19 Agustus 2009

Potensi Di Tapsel

Potensi Alam
Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki potensi sumber daya alam yang memberikan kontribusi besar terhadap PDRB kabupaten Tapanuli Selatan terutama sektor pertanian dan perkebunan. Selain itu di kabupaten Tapanuli Selatan yang memiliki kekayaan alam yang belum dikelola secara optimal yaitu: sektor perikanan dan kelautan, sektor peternakan, sektor perdagangan dan jasa koperasi, sektor industir dan usaha kecil menengah (UKM), sektor pertambangan dan bahan galian dan sektor pariwisata.
Potensi Pariwisata
Potensi Pariwisata di Tapanuli Selatan sangat beragam namun selam ini belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi itu adalah Danau Siais yang merupakan danau terbesar kedua setelah Danau Toba di Sumatera Utara (Kompas, 17 Des 2005). Danau Siais yang sudah lama membisu menyimpan keindahan yang tidak kalah dengan panorama Danau Toba.



"Danau ini sudah lama dilupakan. Kegiatan pramuka ini merupakan langkah awal membuka mata orang dan memancing perhatian masyarakat ke danau Siais. Ke depan, kita akan mengelola kawasan ini sebagai objek wisata dan menjadi bumi perkemahan pramuka. Tentu saja prosesnya tidak mudah dan harus dilakukan tahap demi tahap. Infrastruktur jalan harus dibenahi dahulu. Tapi saya yakin, pekerjaan ini adalah pekerjaan mulia, dan semua pihak akan mendukungnya." ungkap Bupati Tapanuli Selatan Ongku P Hasibuan saat memberikan sambutan pembukaan kegiatan pramuka se-Sumatera Utara di Danau Siais pada bulan Oktober 2006. Sebagai tindak lanjut pengembangan kawasan Danau Siais, sedang dirancang Rencana Tata Ruang Danau Siais sebagai Master Plan pengembangan wilayah tersebut.,

Untuk mencapai Danau Siais bisa ditempuh dari jalan utama Padangsidimpuan - Sibolga. Simpang menuju Danau Siais akan ditemukan sebelah kiri dari arah Padangsidimpuan, persis sebelum jembatan Batang Toru memasuki kawasan PTPN III. Jarak tempuh sekitar 74 km dari kota Padangsidimpuan. Desa yang berbatasan dengan danau namanya desa Rianiate. Desa ini memiliki keajaiban dengan adanya ribuan ekor ikan Jurong ( TOR SP ) liar yang langka yang terdapat di sungai kecil di pinggir desa. Rata-rata ikan memiliki berat 1 kg dengan panjang ± 50 cm. Namun ikan-ikan tersebut tidak pernah dikonsumsi oleh masyarakat, karena diyakini dapat membawa malapetaka. Konon, sekitar tahun 1940an, ikan itu dulunya dilepas seorang syekh yang berasal dari Tabuyung, sebuah desa di pesisir barat Tapsel yang tinggal di mesjid dekat sungai tersebut. karena sedih melihat sungai yang kotor padahal akan dipergunakan untuk berwudhu’. Jadilah ia menebar ikan jurong di sungai tersebut sebagai pembersih agar airnya dapat digunakan untuk berwudhu’. Ikan-ikan tersebut terus berkembang dan hingga kini ikan-ikan tersebut masih tetap ada dan menjadi salah satu objek wisata di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Selain Danau Siais, masih banyak lagi Potensi Wisata Alam yang masih perlu pengembangan dan dukungan investor. Pemandian Parsariran di Sungai Batang Toru, Pantai Muara Opu di Pesisir Pantai Barat Sumatera (Kecamatan Muara Batang Toru); Kecamatan Sipirok dengan Tor Simago-mago dan Pemandian Air Panas alaminya dan Danau Marsabut; Aek Sijornih di Kecamatan Sayur Matinggi.


Muara Upu merupakan satu-satunya desa di Kabupaten Tapanuli Selatan terletak di pesisir pantai Barat berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Penduduknya berjumlah 80 KK bermata pencaharian sebagai nelayan, sedangkan luas wilayah menurut sejarah sekitar 37 km2 dan telah ada penduduknya sejak 103 tahun yang lalu. Kawasan ini sangat potensial dikembangkan menjadi tujuan wisata namun karena miskinnya sarana membuat daerah ini masih sulit berkembang. Satu-satunya transportasi sungai terdapat di kabupaten Tapanuli Selatan adalah pelabuhan sungai Mabang, yang terdapat di desa Hutaraja Batang Toru. Rute yang dapat dilalui dari pelabuhan ini antara lain adalah : Mabang – Danau Siais – Rianeate – Muara Upu. Pantai ini merupakan satu-satunya wilayah laut yang dimiliki kabupaten Tapanuli Selatan, yang terdapat sepanjang ± 35 km. yang terdapat di desa Muara Upu, kecamatan Muara Batang Toru.

Muara Upu yang sejak lama belum terjamah secara terarah , saat ini mulai menggeliat setelah Ongku P Hasibuan menjadi orang nomor satu di Pemkab Tapsel. Program turun kedesa (turdes) setiap akhir pekan bukan saja melihat proyek akan tetapi untuk melihat langsung kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil.

Jarak antara Kecamatan Batangtoru dengan Muara Upu tersebut hanya sekitar 30-an kilometer, akan tetapi waktu yang dibutuhkan mencapai 4 jam. Perjalanan agar tembus ke desa dimaksud, itupun mesti menggunakan mobil gardang dua. Perjalanan yang cukup melelahkan memang namun mengasyikkan juga karena disisi kiri dan kanan jalan mulai tampak perkebunan kelapa sawit milik perusahaan swasta maupun milik masyarakat serta lahan pertanian yang berbatas dengan hutan.

Pantai Muara Upu memiliki pasir putih dan bersih serta kelihatan asri,sampai saat ini belum dimanfaatkan untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Masyarakat disana cukup ramah dan sangat familiar. Bahasa sehari-hari warga mengunakan dialek melayu pesisir. Sesuai rencana bahwa tahun 2008 agar akses kedesa ini bisa terbuka, Pemkab Tapsel sedang membangun jalan darat dari Ampolu ke Muara Upu sepanjang 16 Km bila jalan sudah terbuka, pendapatan masyarakat akan meningkat. Selain untuk pengembangan pariwisata di Muara Upu sedang berkembang pembukaan perkebunan. Dan akan dibuka pelabuhan laut yang lebih maju.

Kades Muara Upu Isar Harahap mengatakan, desa mereka sudah dihuni penduduk sekitar 103 tahun lalu, terletak di pesisir pantai barat, tepatnya dipantai lepas Samudera yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Mandailing Natal. Muara Opu di apit samudra hindia dan Sungai Aek Muara Opu. Bentuknya memanjang, lebar hanya sekitar 300 meter. Melihat abrasi pantai menjadi ancaman yang harus segera diatasi, sehingga desa itu tidak hilang dihantam ombak lautan tersebut. Pemandangan mengasyikkan sesaat ingin kembali dari Muara Upu yaitu ketika menikmati detik- detik menjelang sang surya kembali ke peraduan. Pemandangan indah tampak bagai Aurora dimana seluit merah jingga memancar di kejauhan. Jika ingin menikmati pemandangan seperti itu, silahkan datang ke Muara Upu.

Pertanian Tanaman Pangan.

Kabupaten Tapanuli Selatan dikenal sebagai salah satu pemasok kebutuhan hasil pertanian, terutama pertanian tanaman pangan. Potensi pengembangan pertanian tanaman pangan di kabupaten Tapanuli Selatan cukup besar, sehingga kabupaten ini mendapat penghargaan dari pemerintah di bidang ketahanan pangan tahun 2004 mewakili Sumatera Utara. Hal ini mengingat lahan yang tersedia cukup luas. Lahan yang telah dimanfaatkan untuk pertanian tanaman padi sawah terdapat seluas 17.723 ha dengan jumlah produksi sebesar 209.093 ton. Luas areal terbesar terdapat di kecamatan Angkola Timur (Padangsidimpuan Timur) yaitu sebesar 7.678 ha dengan jumlah produksi sebesar 42.997 ton. Sedangkan untuk tanaman padi ladang untuk tahun 2005 terdapat seluas 2.371 ha dengan jumlah produksi sebesar 5.490 ton.

Untuk meningkatkan hasil produksi tanaman padi sawah, maka di kabupaten Tapanuli Selatan dapat dikembangkan beberapa irigasi teknis dan irigasi setengah teknis untuk menunjang lahan pertanian. Di antaranya terdapat irigasi Batang Angkola. Kondisi lahan pertanian menurut jenis irigasinya dapat diuraikan sebagai berikut :
· luas lahan sawah dengan irigasi teknis terdapat seluas 1.285 ha
·
luas lahan sawah dengan irigasi setengah teknis terdapat seluas 4.957 ha
- luas lahan sawah dengan irigasi sederhana PU terdapat sekitar 727 ha
·
luas lahan sawah dengan irigasi sederhana non PU terdapat sekitar 9.240 ha
- luas lahan sawah dengan tadah hujan terdapat sekitar 1.514 ha

Pertanian Tanaman Sayur-sayuran.

Letak geografis Tapanuli Selatan yang sebagian besar wilayahnya berada pada daerah pegunungan, sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pertanian tanaman pangan sayur-sayuran. Hal ini dapat dilihat dari hasil produksi tanaman sayur-sayuran di Kabupaten Tapanuli Selatan yang terus meningkat, seperti tanaman cabe dengan luas 1.253 ha dengan jumlah produksi sebesar 6.468 ton. Tanaman ini banyak terdapat di kecamatan Sayurmatinggi dengan luas panen sekitar 310 ha dengan jumlah produksi dengan luas panen sebesar 1.570 ton.

Pertanian Tanaman buah-buahan.

Kabupaten Tapanuli Selatan terkenal dengan salaknya, sehingga kota Padangsidempuan yang dulunya sebelum pemekaran merupakan Ibukota Tapanuli Selatan dijuluki sebagai kota salak. Sampai dengan tahun 2005 luas areal tanaman salak di kabupaten Tapanuli Selatan terdapat sekitar 19.081 ha dengan jumlah produksi sebesar 429.325 ton/tahun. Tanaman ini terdapat di kecamatan Angkola Barat, Angkola Selatan (Siais), Angkola Timur, Batang Toru dan kecamatan Marancar. Selain tanaman salak tanaman buah-buahan lain yang mempunyai potensi cukup tinggi untuk dikembangkan adalah buah jeruk yang terdapat di kecamatan Sipirok,Arse, SD.Hole, Angkola Timur, Siais dan kecamatan Batang Toru. Sampai dengan tahun 2005 luas areal tanaman ini terdapat sekitar 216 ha dengan jumlah produksi sebesar 1.432 ton/tahun.

Perkebunan.

Kondisi topografi kabupaten Tapanuli Selatan pada dasarnya memiliki potensi alam yang cukup tinggi sesuai untuk syarat tumbuh berbagai jenis tanaman pertanian dan perkebunan. Akan tetapi yang menjadi kendala utama selama ini bahwa potensi alam tersebut secara umum belum dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber usaha/penghasilan bagi masyarakat. Tanaman perkebunan yang telah dibudidayakan masyarakat di daerah ini terdapat 15 jenis tanaman perkebunan meliputi, karet, kelapa sawit, kelapa, kokoa, kulit manis, nilam, kemiri, aren, pinang, kapulaga, tembakau, cengkeh, kemenyan dan jahe.

Beberapa Potensi Yang Layak Dikembangkan.

Hasil dari penelaahan potensi yang ada di kabupaten Tapanuli Selatan dengan prioritas pembangunan daerah serta keterkaitan antara sektor pertanian dengan sektor industri, menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi atau industri yang layak dikembangkan adalah:
- Industri Kerajinan Kecil
Sektor kerajinan rumah tangga sebagai bagian industri kecil sangat berpotensi untuk dikembangkan karena banyak menyerap tenaga kerja. Ketersediaan bahan baku dan SDM yang trampil merupakan kesempatan yang besar untuk lebih memperkenalkan produk usaha kecil dan menengah yang ada di Tapanuli Selatan ke luar daerah. Hal ini sudah dan terus dilakukan oleh Pemkab, salah satunya dengan membangun sentra-sentra produksi kerajinan kecil seperti Showroom Dekranasda dan Showroom Kerajinan Pandai Besi di Sipange serta pembinaan secara kontinue terhadap pengrajin baik dari segi pemasaran dan penyesuaian kebutuhan/permintaan pasar.

- Pariwisata
Potensi Pariwisata Alam di Tapanuli Selatan berpeluang besar menjadi primadona sumber pendapatan daerah dan dalam rangka meningkatkan perekonomian. Perencanaan yang matang dan kerjasama dengan investor dapat membangkitkan Pariwisata Tapanuli Selatan. Hal ini mulai dilaksanakan Pemkab dengan memberikan perhatian lebih kepada pengembangan kawasan-kawasan potensi wisata yang selama ini terabaikan seperti Danau Siais dan Pantai Muara Upu di Pesisir Pantai Barat Sumatera. Selain itu perlu juga diperhatikan objek wisata lainnya untuk dapat dimanage dengan profesional agar dapat lebih memiliki daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

- Pengolahan Minyak Goreng dan Olekimia
Pengolahan minyak goreng dan oleokimia dipilih sebagai usaha yang layak dikembangkan karena di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan terdapat banyak kebun dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Hasil CPO dan pabrik pengolahan yang tentu saja tidak semuanya diekspor, oleh sebab itu pengolahan lanjutan merupakan alternatif yang dianggap tepat karena akan memberikan nilai tambah bagi produk tersebut

- Pengolahan kayu karet
Produk olahan kayu karet saat ini mulai di gemari di dalam dan luar negeri. Peluang pasar yang ada dan ketersedian bahan baku yang melimpah merupakan salah satu kesempatan untuk mengembangkan industri olahan kayu karet. Proses industri kayu karet memerlukan teknologi khusus yang saat ini telah tersedia, sehingga tidak ada hambatan dalam produksi olahan kayu karet.

- Industri Pengalengan Buah Salak

Banyaknya produksi buah, terutama salak, memerlukan suatu industri yang dapat mengolah buah tersebut dalam bentuk yang awet. Pabrik pengolahan dalam bentuk terpadu, artinya pabrik tersebut mampu mengolah buah berbagai jenis dengan berbagai bentuk produk akan sangat tepat bagi pengembangan ekonomi Daerah.

- Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit

Dalam wilayah kabupaten Tapanuli Selatan terdapat banyak perkebunan kelapa sawit baik yang dimiliki pemerintah maupun swasta yang merupakan suatu industri yang perlu untuk dikembangkan.




1 komentar:

  1. Ini daerah kaya bener...pintar-pintarlah mengolah kekayaan buat kebaikan rakyat tapsel..horaaass

    BalasHapus